Awal Lahirnya Keindahan Tebing Breksi di Yogyakarta

Sejarah awal Tebing Breksi di Yogyakarta ini sebenarnya cukup unik. Ceritanya dimulai sejak tahun 2005 di mana penambangan di daerah Pedukuhan Nglengkong, Groyokan Sambirejo Prambanan ini dihentikan dan ditinggalkan oleh para pekerjanya. Sebelumnya warga sekitar daerah tersebut bermata pencaharian dari pekerjaan menambang dan mendapat pendapatan dari bukit kapur tersebut.

Hasil dari kajian sejumlah peniliti yang menyatakan bahwa batuan kapur breksi ternyata adalah endapan abu vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran dan termasuk cagar budaya yang perlu dilestarikan. Seperti halnya dengan Gunung Api Nglanggeran, Situs Ratu Boko, Candi Ijo dan sebaginya. Karena alasan itulah larangan penambangan itu muncul dan dihentikan .

Sejak penambangan tersebut dihentikan kawasan bukit kapur mulai terlantar. Bekas-bekas galian yang meninggalkan gurat-gurat indah dengan perpaduan warna putih yang berkilau semburat kuning dan coklat dalam tebing yang begitu luas itu membuat warga sekitar mempunyai ide untuk merubah lokasi tersebut menjadi tempat wisata.

Tebing Breksi menjadi Karya Seni

Warga sekitar Sambirejo berpikir lokasi tersebut layak untuk dikelola menjadi tempat wisata karena tebing bekas penambangan tersebut memberikan panoramic yang menarik . Tebing pun dipahat membentuk karya seni berupa tokoh-tokoh pewayangan oleh seniman lokal Yogyakarta. Satu per satu bagian ditata dan diperbaiki, serta dibangun juga anak tangga dan lokasi pertunjukan seni.

Panggung pentas permanen dengan konsep tempat duduk melingkar saat ini ada di Taman Tebing Breksi yang benar-benar sudah ditetapkan menjadi kawasan cagar budaya. Tak hanya menjadi lokasi wisata yang memanjakan mata, acara pentas teater dan event film pun sering diselenggarakan dipanggung pentas tebing Breksi tersebut.

Tak hanya menjadi panggung pertunjukan, puncak bukit Tebing Breksi tersebut juga memberikan pemandangan yang sangat leluasa dari segala arah. Landasan pacu pesawat yang terlihat begitu mungil dan jalur kereta api panjang tak berujung terpampang dari sebelah barat. Terlihat juga gunung Merapi, Merbabu dan candi Prambanan dari sebelah utara. Serta alur sungai yang menembus bukit serta perkampungan warga dan hijaunya alam yang masih lestari disisi timur dan selatan puncak tebing breksi. Tak hanya sampai disitu, pemandangan keluarnya sang surya juga dapat disaksikan di tebing breksi pada pagi buta. Juga datangnya malam di sore hingga petang.

Bagaimana para traveler dan penikmat wisata di Jogja? Tertarik untuk mengunjungi objek wisata yang satu ini? Bila anda berencana ke Jogja pastikan untuk datang ke Tebing Breksi ya!

Salam Wisata di Jogja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *