Menelaah Candi Prambanan yang berbilik-bilik

Siapa sih yang tidak tahu tentang Candi Prambanan? Candi yang berada di perbatasan provinsi Yogyakarta dan kabupaten Klaten ini merupakan candi yang terkenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan setiap tahunnya. Anda ingin tahu lebih tentang Candi Prambanan? Simak artikel berikut ini.

Cerita yang terkandung di Candi Prambanan

Candi Prambanan yang mempunyai ketinggian 47 meter dan dibangun pada abad ke 9 ini merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia. Berlokasi di sekitar 17 km arah timur Yogyakarta ditepi jalan raya Yogya-Solo. Candi ini didesain untuk memiliki beberapa bagian: candi yang menjadi bagian utama disebut Candi Siwa (ada di bagian tengah), Candi Brahma (di bagian selatan), dan Candi Wisnu (di bagian utara). Ada pula Candi Wahana (kendaraan) yang dilambangkan sebagai kendaraan Trimurti. Lalu ada pula Candi Angkasa yang merupakan kendaraan Brahma (Dewa Penjaga) terletak di depannya,  Candi Nandi (Kerbau) yang diperlambangkan sebagai kendaraan Siwa (Dewa Perusak) dan Candi Garuda yang diceritakan sebagai kendaraan dari Wisnu (Dewa Pencipta).

Relief cerita Ramayana dipahat pada dinding pagar langkah candi Siwa dan candi Brahma, sedangkan relief cerita Krisnayana dipahatkan pada pagar langkah candi Wisnu. Relief cerita Ramayana akan ditemukan berbentuk searah jarum jam dan cerita selanjutnya dilanjutkan di candi Brahma.

Candi Brahma dan Candi Wisnu masing-masing memiliki satu buah bilik yang ditempati oleh patung dari dewa-dewa yang bersangkutan. Sebelumnya terdapat tiga buah candi yang berisi wahana (kendaraan) ketiga dewa dihadapan ketiga candi Trimurti tersebut, tetapi kini sudah dipugar dan hanya candi di depan candi Shiwa yang masih berisi patung seekor lembu yang bernama Nandi, kendaraan Dewa Shiwa.

Patung Durga yang merupakan permaisuri Dewa Shiwa berada di bilik candi induk yang menghadap ke arah utara, tetapi masyarakat menyebut patung tersebut sebagai patung Roro Jonggrang yang dikutuk oleh Bandung Bondowoso untuk melengkapi kesanggupan meciptakan 1000 patung dalam satu malam.

Sejarah Candi Prambanan

Pada abad ke 9 kompleks candi Prambanan dibangun oleh Raja-raja Wamca (Dinasty) Sanjaya. Kompleks percandian yang mempunyai induk menghadap ke timur, dengan bentuk keseluruhan setinggi 47 meter.

Dengan konfigurasi bilik-bilik di mana ada peruntukan bagi Dewa Shiwa yang menempati bilik utama dari candi induk sebagai Maha Dewa. Oleh karena itu Candi Prambanan disimpulkan sebagai merupakan candi Shiwa. Candi Prambanan sering disebut juga sebagai candi Roro Jonggrang karena cerita dari legenda Roro Jonggrang,  di mana isi ceritanya menceritakan tentang putri Prabu Boko yang membangun kerajaan diatas bukit selatan kompleks candi Prambanan.

Pada tahun 1733 seorang Belanda bernama C.A.Lons mengunjungi Jawa dan melaporkan adanya reruntuhan candi yang ditumbuhi semak belukar, mulai saat itulah candi Prambanan dikenal kembali. Pada tahun 1885 usaha penyelamatan pertama kali dilakukan dengan membersikan bilik candi dari reruntuhan batu. Kemudian dimulai pekerjaan pembinaan yang dipimpin oleh Van Erp Untuk candi Siwa, candi wisnu dan Candi Brahma pada tahun 1902. Pada tahun 1933 berhasil disusun candi Brahma dan Wisnu. Pada tanggal 23 Desember 1953 candi Siwa selesai dipugar setelah mengalami berbagai hambatan. Pada tahun 1978 candi Brahma mulai dipugar dan diresmikan 1987, sedangkan candi Wisnu dipugar pada tahun 1982 dan selesai pada 1991. Pemugaran berikutnya dilakukan terhadap 3 buah candi perwara yang berada di depan candi utama besarta 4 candi kelir dan 4 candi disudut.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *