Mengenal Candi Buddha Terbesar di Dunia Candi Borobudur

Sebagai warga Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan Candi Borobudur. Candi yang merupakan candi terbesar di dunia dan sempat masuk ke dalam 7 keajaiban dunia. Namun sampai sekarang belum ada yang dapat menjelaskan bagaimana candi ini dibuat, keunikan, dan misteri yang belum terpecahkan.

Candi yang terletak diatas perbukitan yang ada di Desa Borobudur, Mungkid, Magelang atau 42 km sebelah laut kota Yogyakarta ini salah satu obyek wisata yang terkenal di Indonesia. Yang dikelilingi bukit Menoreh yang mebujur dari timur ke barat, serra Gunung Merapi dan Merbabu di sebelah timur, dan disebelah barat ada Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Candi Borobudur didirikan sekitar tahun 800M oleh para penganut agama Buddha Wahayana. Banyak teori yang menjelaskan asal usul nama candi borobudur, salah satunya menyatakan bahwa borobudur berasal dari kata Sambharabhudhara yang artinya “gunung” (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras.

Ada juga yang mengatakan bahwa borobudur berasal dari kata “para Buddha” yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa borbudur berasal dari dua kata “bara” dan “beduhur”. Kata bara kono berasal dari kata vihara, adapula yang menjelaskan bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah “tinggi”. Jadi artinya adalah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 sejarawan J.G. de Casparis berpendapat bahwa borobudur merupakan tempat pemujaan. Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang pembangunannya dilakukan sekitar tahun 824 M berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan. Pembangunan yang diperkirakan memakan waktu setengah abad itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani.

Untuk membangun candi Borobudur ini dibutuhkan tak kurang dari 2 juta balok batu andesit atau setara dengan 50.000m persegi, dan berat keseluruhan candi mencapai 3,5 juta ton. Candi Borobudur juga memiliki 3 bagian seperti candi pada umumnya yaitu kaki, badan dan atas. Bangunan kaki atau Kamadhatu menceritakan tentang kesadaran yang dipenuhi hawa nafsu dan sifat-sifat kebinatangan. Kemudian Ruphadatu yang bermakna tingkat kesadaran manusia yang masih terikat hawa nafsu materi dan bentuk. Kemudian Aruphadatu yang sudah tidak terikat dengan hawa nasfsu, materi dan bentuk yang digambarkan dalam bentuk stupa induk kosong, yang hanya dapat dicapai dengan keinginan dan kekosongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *